Pengawasan dan Penilaian Akreditasi di PN Batang

Batang– Pada hari Rabu, 25 April 2018 Pengadilan Negeri Batang menerima kedatangan Tim Akreditasi Penjaminan Mutu (TAPM) Jawa Tengah, yaitu Hakim Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, Bapak Alfred Pangala Batara Randa, S.H., dan Bapak Dewa Putu Wenten, S.H., didampingi Staf  Sub Bagian Keuangan dan Pelaporan Bapak Rangga Dwi Wiguna, S.E., M.Hum., dan Staf  Sub Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga, Bapak Syarif Hidayatullah, A.Md.

Audit diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Batang, Bapak Abdullatip, S.H., M.H., kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh tim audit. Dalam sambutannnya disampaikan, Tujuan Akreditasi Penjaminan Mutu ini adalah di samping sebagai pemeriksaan rutin, juga untuk meninjau kinerja pengadilan apakah masih sesuai akreditasi yang diperoleh atau tidak. Pengadilan Negeri Batang sendiri saat ini memiliki akreditasi A (Excellent). Tentunya akreditasi yang diperoleh tidak sembarangan diberikan sehingga perlu ditinjau secara berkala. Secara luas dan jangka panjang, Akreditasi Penjaminan Mutu bertujuan untuk mewujudkan Performa / Kinerja Peradilan Indonesia Yang Unggul / Prima (Indonesia Court Performance Excelent) . ICPE dapat dicapai melalui kegiatan evaluasi diri, akreditasi, dan sertifkasi. Terdapat 7 (tujuh) kriteria penilaian ICPE dalam akreditasi penjaminan mutu ini. Kriteria tersebut adalah kriteria Leadership, Strategic Planning, Customer Focus, Document System, Resource Management, Process Management, dan kriteria Performance Result.

Setelah pembukaan, dilanjutkan pemeriksaan dokumen oleh tim auditor didampingi oleh Bapak Ketua Pengadilan Negeri Batang, Bapak Panitera Pengadilan Negeri Batang serta Sekretaris Pengadilan Negeri Batang. Dokumen yang diperiksa meliputi berbagai surat keputusan, dokumen perencanaan, dokumen laporan, serta dokumen penunjang akreditasi lainnya. Di samping itu, pemeriksaan juga dilakukan dengan melihat secara langsung sistem tata kerja yang diterapkan seluruh aparatur di Pengadilan Negeri Batang dengan cara mengunjungi setiap ruangan dan melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen dan ruangan, terutama pada setiap sub bagian di Kepaniteraan dan Kesekretariatan. Tak luput dari pengamatan Auditor yaitu melihat fasilitas pelayanan peradilan seperti ruang tunggu, ruang tahanan, ruang menyusui, ruang persidangan, loket, meja pengaduan dan informasi, ruang teleconference, ruang mediasi dan ruangan lainnya.

Pada pukul 16.00 WIB dilakukan penutupan, dan dibacakan hasil pemeriksaan serta saran perbaikannya.Disampaikan bahwa kekurangan yang terdapat di Pengadilan Negeri Batang masuk dalam golongan minor, sehingga Pengadilan Negeri Batang diberi waktu untuk melengkapi atau memperbaikinya. Meski tergolong minor, namun diharapkan tetap menjadi perhatian karena merupakan bagian dari akreditasi dan perbaikan pelayanan. Acara penutupan ditutup dengan do’a dengan harapan agar kedepanya PN Batang akan terus meningkatkan kinerja khususnya memberikan pelayanan prima bagi para pencari keadilan. (BK)